Lompat ke konten

Tradisi Pernikahan di Kota Malang: Unik dan Tetap Melekat dalam Budaya

Tradisi Pernikahan di Kota Malang: Unik dan Tetap Melekat dalam Budaya dalam kesempatan ini Jagarasa Wedding Organizer akan membahas mengenai artikel Pernikahan di Malang.Halo, para calon pengantin yang sedang merencanakan pernikahan di Kota Malang! Apakah kalian tahu bahwa Kota Malang memiliki tradisi pernikahan yang unik dan masih melekat dalam budaya masyarakatnya? Nah, dalam artikel ini, Jagarasa Wedding Organizer Malang akan membahas beberapa tradisi pernikahan yang masih dilestarikan di Kota Malang.

Salah satu tradisi pernikahan yang masih melekat di Kota Malang adalah ‘Sarung Nyawa’. Tradisi ini dilakukan saat pengantin pria akan mengambil pengantin wanita di rumahnya. Pengantin pria harus melewati beberapa rintangan yang disiapkan oleh keluarga pengantin wanita, seperti menyusuri lorong yang penuh dengan benang nyawa. Benang nyawa ini melambangkan ikatan cinta yang kuat antara kedua mempelai.

Tradisi selanjutnya adalah ‘Siraman’. Sebelum akad nikah dilakukan, pengantin wanita akan disiram oleh keluarga dan sahabatnya. Air yang digunakan untuk menyiram biasanya berasal dari air bunga yang harum, seperti melati atau mawar. Tradisi ini melambangkan kesucian dan keharmonisan dalam pernikahan.

Tak kalah menarik adalah tradisi ‘Pencak Silat’. Di Kota Malang, pencak silat tidak hanya digunakan sebagai seni bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi pernikahan. Biasanya, sebelum akad nikah dilakukan, pengantin pria akan menunjukkan kemampuannya dalam pencak silat sebagai simbol keberanian dan perlindungan bagi pengantin wanita.

Tradisi pernikahan di Kota Malang juga melibatkan ‘Tumpeng’. Tumpeng adalah hidangan nasi kuning yang disajikan dalam bentuk kerucut. Hidangan ini melambangkan keberkahan dan kebahagiaan dalam pernikahan. Tumpeng biasanya disajikan saat acara resepsi pernikahan sebagai simbol ucapan syukur kepada Tuhan dan juga sebagai doa agar pernikahan berjalan lancar.

Baca Juga  Mengatur Acara Pernikahan Agar Tidak Menumpuk: Tips dari Jagarasa Wedding Organizer Jakarta

Terakhir, ada tradisi ‘Ketupat’. Ketupat adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari beras yang dikukus dalam anyaman daun kelapa. Di Kota Malang, ketupat seringkali menjadi hidangan wajib dalam pernikahan. Hidangan ini melambangkan kesatuan dan kebersamaan dalam keluarga baru yang terbentuk setelah pernikahan.

Itulah beberapa tradisi pernikahan yang masih melekat di Kota Malang. Meskipun zaman terus berubah, tradisi-tradisi ini tetap dilestarikan oleh masyarakat Kota Malang sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya mereka. Jadi, bagi kalian yang ingin menggelar pernikahan di Kota Malang, jangan ragu untuk menggabungkan tradisi-tradisi ini dalam acara pernikahan kalian!

Pernikahan Malang
Pernikahan Malang

Itulah kiranya pembahasan mengenai tradisi pernikahan di kota malang: unik dan tetap melekat dalam budaya yang termasuk dari kategori artikel pernikahan di Malang. Buat kamu yang sedang mencari Paket Pernikahan Malang bisa langsung hubungi Jagarasa wedding Malang di nomor 0821-65444240 (call/whatsapp)

Selain artikel tradisi pernikahan di kota malang: unik dan tetap melekat dalam budaya ini kalian bisa temukan Paket Pernikahan Lengkap malang dan juga artikel Jagarasa.id lainnya seperti Mengenal Tradisi Pernikahan Arab dari Jagarasa Wedding Organizer Malang, Mengenali Tipe Tamu di Acara Resepsi Pernikahan, Tips Menghindari Pertanyaan ‘Kapan Nikah?’ dari Jagarasa Wedding Organizer Malang dan Ide Dekorasi Pernikahan Tema Bohemian Pakai Macrame ala jagarasa wedding organizer Malang yang bisa menjadi referensi kamu yang ingin menikah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Via WhatsApp